jump to navigation

Turut Berduka Cita January 2, 2008

Posted by eriekhafif in keluarga, teman.
add a comment

Selasa malam kemarin (1/1), saya diajak teman-teman Teknokra ikut ta’ziah (baca Surat Yasin) tujuh hari meninggalnya ayahanda Kak Fachruriza Pradana di rumahnya. Ayahanda Kak Urie, panggilan akrab Fachruriza Pradana, meninggal dunia minggu lalu.

Waktu kabar meninggalnya ayahanda Kak Urie, saya masih di Palembang. Masih liburan di di rumah bersama keluarga. Kak Juwendra yang mengabari via sms kepada saya ketika itu. Saya kaget mendapat kabar itu. Entahlah, perasaan saya ingin segera pulang ke Lampung. Kak Juwe serta teman-teman lainnya berencana ke rumah Kak Urie.

Sehari setelah meninggalnya ayahanda Kak Urie, saya baru bisa kembali lagi ke Lampung. Namun, ketika hari jumat pagi lalu, saya dikabarkan istri kakak saya, kalau kakak saya masuk rumah sakit Imanuel Bandarlampung. Saya kaget dan membayangkan sakit apa kakak saya.

Segera saya ke rumah sakit menjenguk kakak saya yang sudah masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Badannya terbaring di atas ranjang. Mukanya terlihat pucat dan menggigil kedinginan. Ketika saya datang, kakak saya sempat bangun dan menyalami saya, lalu berbaring kembali. Saya sedih melihatnya sakit. Padahal, kakak saya jarang sakit seperti ini.

Sekitar dua hari saya menemaninya di rumah sakit, ia meminta saya untuk mengurus pembatalan tiket keberangkatannya ke Jayapura, Papua, tempat kerjanya. Selekasnya saya urus semua tiket penerbangan Lion Air yang rencananya ia akan berangkat dengan maskapai penerbangan itu.

Saya hubungi call center maskapai penerbangan itu di Jakarta. Tiket bisa dibatalkan dan uang dikembalikan. Tapi, sayangnya tiket penerbangan dari Palembang-Jakarta tidak bisa diuangkan kembali. Hangus. Kata petugas call center, tiket penerbangan Palembang-Jakarta itu termasuk kelas promo.

Jadi, saya hanya bisa mengurus tiket penerbangan Jakarta-Jayapura untuk dibatalkan dan menarik uangnya. Kata petugasnya, harus di kantor cabang Lion Air. Tapi sayangnya, di Bandarlampung tidak ada kantor cabang Lion Air. Sehingga, saya harus ke Jakarta atau ke Palembang untuk mengurus “history print out” pembatalan tiket keberangkatan di kantor Lion Air itu.

Saya berniat mengurusnya ke Jakarta dan berangkat dengan mengendarai sepeda motor, tapi Kakak saya meminta saya agar  naik pesawat saja dari Lampung ke Jakarta. Dalam hati senang bisa naik pesawat ke Jakarta. Pergi dan pulangnya juga ditanggung oleh kakak saya. Kesempatan? di satu sisi iya, tapi di sisi lain ini amanah dari kakak saya untuk menyelesaikan pembatalan tiket keberangkatannya untuk tanggal 2 Januari 2008 ini.

Akhir, saya bisa naik pesawat lagi untuk yang kesekian kalinya. Sudah lama menanti ini. Ya sudah. Cukup senang terbang dengan ketinggian 15.000 kaki dan melihat pemandangan dari langit. []

Advertisements

Kembali ke Lampung December 27, 2007

Posted by eriekhafif in perjalanan.
add a comment

Alhamdulillah, akhirnya saya tiba kembali ke Bandarlampung pagi tadi (Kamis, 27/12) sekitar pukul 8 pagi. Kereta api yang saya tumpangi berangkat dari Kertapati Palembang, ternyata agak telat dari jadwal yang ditentukan. Seharusnya semalam (Rabu, 26/12) pukul 21.00 WIB sudah berangkat, namun Kereta Api baru bisa berangkat sekitar 15 menit dari jadwal semula.

Saya duduk di bangku nomor 11 C, gerbong ke-2 kelas Bisnis Kereta Api Limex Sriwijaya. Ketika saya datang, ada dua orang perempuan duduk di bangku saya itu. “Permisi,”kata saya kepada mereka. Kemudian, mereka langsung berdiri dan pindah ke tempat duduk kosong. Mungkin mereka sadar, saya akan menempati kursi itu.

Beberapa menit setelah saya duduk,¬† seorang laki-laki menghampiri sambil lihat-lihat nomor kursi di dekat jendela. Ia tanya saya,”nomor 11 di sini ya?”. Langsung saya mengiyakannya. Tak lama dari itu, ia meminta saya menaruh tas saya di atas tas miliknya. Tempat menaruh barang di atas kursi saya, ternyata penuh dengan barang-barang milik orang lain. Ya sudah, saya izinkan ia meletakkan tas saya di atas tas miliknya.

Ternyata, ia masih mahasiswa sama seperti saya. Namanya Riki, mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati semester lima. Riki, terlihat bagi saya agak gemuk badannya. Tidak pula kurus. Cukup berisi.

Tak datang di pelantikan November 11, 2007

Posted by eriekhafif in Uncategorized.
1 comment so far

Sabtu dan minggu ini (10-11/11), saya tidak datang di pelantikan magang angkatan 34 menjadi pengurus. Padahal, sejak satu minggu yang lalu, saya telah diberitahu oleh Pepi, salah satu kru magang yang akan dilantik menjadi pengurus. Ia mengabari saya bahwa beberapa teman yang lulus di angkatannya akan dilantik.

Ternyata lokasi yang dipilih untuk acara pelantikan mereka cukup jauh di Kota Agung, Tanggamus. Jika berangkat dari kampus Unila menuju Kota Agung, kira-kira menghabiskan waktu selama kira-kira dua jam. Sayang sekali saya tidak bisa ikut dengan mereka.

Saat itu pula, Rieke datang ke Bandar Lampung. Ia dari Jakarta dan berangkat pada Jumat sore (9/11). Saya, Yudi dan Dede menjemputnya ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Kami bertiga naik mobil ke sana.

Menulis August 13, 2007

Posted by eriekhafif in Uncategorized.
add a comment

Apa yang hendak ditulis, maka tulislah ketika ide muncul dengan sendirinya. Terkadang, ide-ide pun muncul di saat tidak sengaja.